Senin, 17 Desember 2018

Kisah Petualangan Stephen Langitan Taklukan Kota London

Kendala yang paling banyak saya alami biasanya saat berada diperbatasan Negara (foto: IST)

AutoBizz.id, JAKARTA - PT. Kawasaki Motor Indonesia menyambut kedatangan Stephen Langitan ke Indonesia, karena telah berhasil menjalankan misinya, yaitu melakukan Solo Touring dari Jakarta ke London. Perjalanan yang dimulai sejak tanggal 25 Maret 2018 itu telah diselesaikan secara tepat waktu, di tanggal 17 Agustus 2018, yang diakhiri dengan mengikuti upacara bendera di KBRI London.

Perjalanan Stephen dimulai dengan menyebrang ke Sumatra, lalu menyebrang ke Malaysia, melintasi benua untuk sampai di London. Negara-negara yang dilewati oleh Stephen antara lain Indonesia, Malaysia, Thailand, Myanmar, India, Nepal, Pakistan, Iran, Turki, Yunani, Itali, Vatikan, Monako, Spanyol, Andorra, Perancis, Swiss, Austria, Jerman, Belanda, Belgia, dan Inggris.

Pada awalnya Stephen berencana untuk melewati 30.000 KM, 30 negara. Namun aktualnya Ia melewati 22 negara, 27.400 KM karena kondisi cuaca beberapa Negara sedang tidak bagus dan ada beberapa Negara yang sedang rawan untuk dilewati turis asing, sehingga Kedubes Negara tersebut menyarankan untuk menghindari Negara tersebut.

Tentunya Stephen menerima dengan baik saran dari pihak-pihak yang telah mengenal dengan baik wilayah disana. Seperti contohnya di Albania yang sedang rawan
perampokan.

"Kami mengucapkan selamat kepada Stephen yang telah berhasil melakukan perjalan ini. Selamat datang kembali ke Indonesia, kami sangat senang karena Kawasaki menjadi bagian atas perjalanan Stephen yang bersejarah ini," Ucap Michael C. Tanadhi, Head Sales & Promotion Dept. KMI.

Sebelum keberangkatannya, tepatnya pada tanggal 25 Maret 2018, KMI memberikan support kepada Stephen berupa 1 buah motor Versys-X 250 Tourer. Motor ini dirasa cocok untuk Stephen yang akan melalui banyak rintangan dan berbagai kondisi jalan, mulai dari jalanan dengan aspal yang sangat baik, jalanan berbatu, hingga jalanan berpasir.

Suatu kejadian yang paling menegangkan dirasakan oleh Stephen saat ia harus melewati gurun pasir di Iran, yang mana pada saat itu sedang terjadi badai gurun yang sangat menggangu perjalanan. Badai gurun yang dilewati jaraknya hingga ratusan kilometer, Ia harus memacu motornya sekencang mungkin agar tidak terbawa angin dan tertimbun oleh rumput.

Pada akhirnya Stephen bisa melewatinya dengan lancar. Stephen mengaku Ia harus menyiapkan 3 dokumen penting sebelum melakukan perjalanan, yang pertama yaitu passport yang membuatnya dapat masuk ke tiap Negara, SIM International yang bisa diurus di kantor Polisi MT Haryono Jakarta dengan biaya administrasi Rp300.000,-, dan Carnet de Passangers en duoane sebagai dokumen yang membuat motor Versys-nya bisa masuk tiap Negara.

Carnet ini harus diurus di IMI atau Ikatan Motor Indonesia. Bisa dapat informasi lengkapnya di website IMI. Selain dokumen-dokumen itu, Ia juga mempersiapkan 5 visa, yaitu Visa India, Pakistan, Iran, Schengen, dan Inggris. Selebihnya Ia menggunakan Visa on Arrival.

Lalu kendala apa saja yang dialami oleh Stephen selama perjalanan? Stephen mengatakan bahwa setiap hari pasti ada kendala. Kendala tersebut tidak bisa dihindari, satu-satunya cara adalah dengan menghadapinya. Ikuti prosesnya, dan ikuti aturannya, maka semua permasalahan akan selesai.

Kendala yang paling banyak saya alami biasanya saat berada diperbatasan Negara. Tapi dengan mengikuti aturan dan dihadapi dengan sabar, maka kendalanya bisa selesai. Kendala cuaca juga Ia pernah alami, tapi sekali lagi dengan kesabaran dan konsentrasi, semuanya bisa dilewati.

Kalau untuk masalah motor, Ia tidak mengalami masalah besar sama sekali. Hanya sekali Ia terjatuh karena sedikit mengantuk, saat itu Ia sedang di Pakistan. Untungnya Ia tidak mengalami luka kaki yang serius, karena ia telah memasang crash bar di sepanjang fairing Versys-X 250. Menariknya stang motor Versys-X 250 tidak bengkok sama sekali dan spionnya tidak pecah. Begitu kuatnya fisik motor Versys-X 250.

Ditambah lagi part-part Versys sangat awet. Ketika mempir di Kawasaki Thailand dan India, mekanik dari dealer resmi Kawasaki di sana sampaikan bahwa kampas remnya masih sangat tebal dan belum perlu diganti. Stephen baru mengganti kampas rem depan motornya saat tiba di Iran, setelah melewati perjalanan sejauh 15.000 KM. Menurut pengakuannya, Itu pun Ia ganti karena keinginan sendiri, karena khawatir setelah melewati 3 negara.

Padahal kata mekanik kampasnya belum perlu diganti. Terbukti ketika sampai di Athena (KM ke 20.000), mekanik yang menanganinya mengungkapkan bahwa kampas rem bekas yang Ia pakai sampai Iran seharusnya jangan diganti dulu karena masih bisa dipakai sampai Athena.

"Performa Versys-X 250 sangat memuaskan, tidak ada kendala apapun, sparepart awet untuk berkendara jarak jauh. Kecepatan maksimal yang bisa saya capai adalah 145 km / jam, saat di tol Jerman. Sudah terbukti Jakarta – London aman dan lancar," ujarnya. Stephen juga sangat terbantu dengan fitur DC Outlet yang ada di Versys-X 250.

Pasalnya fitur ini bisa sangat membantunya ketika harus mengecas handphone dan GPS. Bahkan DC Outletnya ini bisa dipakai untuk menyalakan kompresor, yang Ia gunakan untuk mengecek kondisi ban motor. Stephen juga mengakui bahwa Versys-X 250 sangat irit bensin. Ia cukup isi bensin full tank untuk perjalanan sejauh
320 – 450 KM.

“Saya mempelajari nilai perjuangan yang sangat besar. Saya juga harus bisa mandiri tanpa bergantung dengan orang lain. Ditambah lagi saya harus mengatur waktu dengan baik. Karena setiap mampir di Kedubes saya sudah dijadwalkan pertemuannya. Saya tidak boleh terlambat jam dan harinya. Karena itu saya harus bisa mengatur waktu dengan akurat," tuntasnya.



Related Articles

View all posts

KMI Rilis Kawasaki W175 dengan

AutoBizz.id, JAKARTA - PT. KMI telah menyiapkan warna dan striping...

Empat Anggota AISI Pamerkan Pr

AutoBizz.id, JAKARTA - Pada pameran Indonesia Motorcycle Show (IMOS)...